Belajar Islam
Sifat Nabi Muhammad yang Patut Diteladani

Sifat Nabi Muhammad yang Patut Diteladani

Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu dari 25 nabi besar yang harus diimani umat Islam. Nabi Muhammad menjadi suri tuladan bagi umat Islam dan sifat-sifatnya juga dapat diteladani oleh seluruh umat manusia. Sifat Nabi Muhammad memiliki kekuatan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera bersama-sama dalam perbedaan.

1.Siddiq

Sifat siddiq artinya jujur atau benar. Sifat Nabi Muhammad yang sidiq tersirat dalam kehidupan sehari-harinya sebagai pebisnis atau pedagang pada masanya. Sebagainya informasi yang tertera dalam Al-Qur’an, rasul memiliki sifat mustahil yang salah satunya mustahil berbohong. Dengan sifat siddiq ini, Nabi Muhammad menjadi teladan sahabat-sahabatnya dan disegani lawan-lawannya.

2. Amanah

Sifat Nabi Muhammad yang kedua yang perlu kita tiru ialah sifat amanah. Amanah artinya daapat dipercaya. Nabi Muhammad memiliki julukan sebagai Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Sebagaimana yang kita ketahui juga, mustahil para rasul memiliki sifat khianat dan Nabi Muhammad merupakan salah satu rasul, sehingga dia tidak memiliki sifat khianat. Sifat ini memiliki kekuatan membangun kepercayaan satu sama lain di antara umat manusia.

3. Tabligh

Salah satu sifat Nabi Muhammad selanjutnya ialah sifat tabligh yang artinya menyampaikan. Sifat tabligh dalam diri Nabi Muhammad SAW tercermin dalam bagaimana Nabi Muhammad menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada sahabat dan umatnya, yang kemudian itu menjadi pelajaran penting bagi umat Islam di  dunia sampai sekarang.

Nabi Muhammad tidak menyembunyikan apapun sehubungan dengan petunjuk yang disampaikan Allah SWT hanya untuk kepentingan pribadi. Nabi Muhammad SAW menyampaikannya sesuai dengan maksud dan tujuan wahyu yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril.

4. Fathonah

Sifat Nabi Muhammad yang keempat yang sebaiknya kita pelajari ialah Fathonah yang artinya cerdas. Nabi  Muhammad memiliki sifat fathonah maksudnya ialah seseorang yang dapat menggunakan kecerdasannya. Nabi Muhammad memaksimalkan kemampuan intelektualnya untuk melakukan dakwah dan berdagang.

Dilansir dari

suara.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *